Paspor adalah hal utama yang harus dipersiapkan jika kita hendak pergi ke Luar Negeri. Paspor merupakan dokumen resmi yang dapat digunakan sebagai identitas pengenal ketika kita berada di Luar Negeri. Informasi lengkap tentang kita ada semua di paspor. Seperti negara asal pemegang paspor, nama lengkap, foto, tanda tangan, tempat dan tanggal lahir, dan informasi penting lainnya yang diperlukan oleh negara lain ketika kita ingin berkunjung ke sana. 

Nah bagaimana si proses pembuatan paspor? ke kantor apa kita akan datang? harus datang untuk daftar langsung atau bisa online? di sini kita akan bahas secara lengkap tentang bagaimana cara membuat paspor dan jenis-jenis paspor yang ada.

Kantor Imigrasi adalah kantor untuk membuat atau perpanjang paspor. Untuk antriannya sekarang adalah dengan cara mendaftar melalui aplikasi dan secara online. Pendaftaran online setiap harinya memiliki kuota masing-masing. Setiap harinya terbagi menjadi dua sesi yaitu sesi pagi dan siang, di setiap sesi memiliki kuota yang berbeda-beda. Hal ini sangat memudahkan kita, karena kita tidak perlu datang langsung ke kantor imigrasi untuk mendaftarkan diri, semua sistem pendaftaran sudah melalui online. Kita datang sesuai jam pada sesi yang kita pilih. Jadi setelah kita daftar secara online, kita hanya datang membawa barcode yang kita dapatkan pada pendaftaran online dan dokumen persyaratan yang sudah ditentukan. Yuk simak cara membuat atau memperpanjang paspor di bawah ini:

Langkah Pertama: Download Aplikasi Layanan Paspor Online

Jadi langkah pertama jika kita ingin membuat atau memperpanjang paspor adalah dengan mendownload aplikasi dari Direktorat Jendral Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM yaitu aplikasi Layanan Paspor Online yang kalian bisa unduh di Play Store untuk pengguna Android atau App Store untuk pengguna IOS. Pada aplikasi ini kita diwajibkan untuk registrasi terlebih dahulu. Pada proses registrasi, kita akan memasukkan beberapa data, yaitu NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang kalian bisa dapatkan dari KTP atau KK, nama lengkap, username, kata sandi, tanggal lahir, no hp, jenis kelamin, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan alamat sesuai KTP. Setelah proses registrasi, kita akan bisa mendapatkan antrian paspor. Selanjutnya kita akan melakukan pencarian dan memilih kantor imigrasi mana yang kita pilih untuk membuat atau memperpanjang paspor kita. Setelah itu kita akan memasukan data jumlah pemohon (satu kali pendaftaran maksimal memasukan 5 pemohon), memilih tanggal kedatangan, memilih waktu kedatangan (ada 2 sesi yaitu pagi 08:00 s/d 12:00 dan siang 13:00 s/d 16:00 / 16:30), lalu setelah memilih sesi maka kita akan mengetahui kuota yang tersedia pada sesi itu, memasukan email dan setelah proses memasukan data selesai kita akan mendapatkan kode booking dan barcode. Datanglah sesuai dengan kantor imigrasi dan waktu yang dipilih. 

Langkah Kedua: Ketahui Syarat Membuat atau Memperpanjang Paspor

Ada beberapa dokumen persyaratan yang harus disiapkan untuk membuat atau memperpanjang paspor. Sebelum ada aplikasi di Play Store atau App Store, dokumen persyaratan harus di unggah di website imigrasi, namun sekarang kita hanya perlu membawa dokumen tersebut ke kantor imigrasi pada tahap verifikasi berkas. jangan lupa juga untuk membawa salinannya. Dokumen persyaratan untuk membuat atau memperpanjang paspor itu sama. Berikut adalah dokumen persyaratan yang perlu dipersiapkan:

Untuk WNI (Warga Negara Indonesia):

1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku - Asli dan Copy

2. Kartu Keluarga (KK) - Asli dan Copy

3. Akta Kelahiran atau Surat Baptis - Asli

4. Akta Perkawinan ata Buku Nikah atau Ijazah - Asli dan Copy

5. Paspor Lama (untuk yang ingin memperpanjang paspor) - Asli

 

Untuk anak WNI yang berdomisili di Indonesia:

1. KTP kedua orang tua yang masih berlaku - Asli dan Copy

2. Kartu Keluarga (KK) - Asli dan Copy

3. Akta Kelahiran atau Surat Baptis - Asli dan Copy

4. Buku nikah orang tua atau akta perkawinan - Asli dan Copy

5. Paspor lama (jika ingin memperpanjang paspor)

Langkah Ketiga: Ketahui Jenis Paspor dan Biaya Pembuatannya

No Jenis Paspor Halaman Harga
1 Paspor Biasa 48 Halaman Rp. 350.000
    24 Halaman Rp. 150.000
2 Paspor Biasa Elekronik (e-paspor) 48 Halaman Rp. 650.000
    24 Halaman Rp. 400.000
3 Biaya Beban Paspor Hilang per buku Rp. 1.000.000
4 Biaya Beban Paspor Rusak per buku Rp. 500.000

Langkah Ketigas: Ketahui Perbedaan Paspor 24 Halaman dan 48 Halaman

Paspor dengan jumlah 24 halaman tidak memiliki perbedaan dari segi peruntukan, warna, fungsi, maupun tujuan. Perbedaannya hanya pada jumlah halaman (ketebalan buku) dan harga pembuatan.

Langkah Keempat: Ketahui Lokasi Kantor Imigrasi untuk Pembuatan Paspor

Meskipun kita sudah mendaftarkan diri secara online, kita juga harus tetap datang ke kantor Imigrasi untuk proses wawancara, verifikasi berkas, dan foto. Jika Anda belum mengetahui lokasi kantor Imigrasi yang ada di daerah Anda, Anda bisa mengecek langsung di Daftar Lengkap Kantor Imigrasi di Indonesia.

Langkah Kelima: Ketahui Masa Berlaku Paspor

Mengetahui masa berlaku paspor merupakan hal yang penting juga. Jangan sampai kita ada rencana untuk ke Luar Negeri mendadak tetapi tidak bisa memesan tiket peawat karena masa berlaku paspor sudah habis. Berikut adalah masa berlaku paspor di Indonesia:

1. Masa berlaku Paspor paling lama 5 (lima) tahun sejak tanggal diterbitkan.

2. Masa berlaku Paspor yang diterbitkan bagi anak kewarganegaraan ganda tidak boleh melebihi usia anak tersebut untuk menyatakan memilih kewarganegaraannya, batas usia anak adalah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

3. Perpanjang paspor paling lambat 6 (enam) bulan sebelum masa berlaku Paspor habis.